6 Fakta Virus Langya dari China yang Menginfeksi Hewan hingga Manusia, Gejala Seperti Covid?

ilustrasi virus
ilustrasi virus Langya (foto : infografis CNBC Indonesia)

KLIKKORAN.COM – Artikel ini membahas rangkuman fakta virus Langya yang ditemukan lagi di China.

Menurut beberapa informasi, virus ini sudah terdeteksi pada 35 orang yang melakukan kontak langsung dengan kelelawar.

Sama seperti Covid-19, penemuannya juga terjadi pada hewan dan bahkan WHO menyebut bahwa tingkat kematiannya lebih tinggi.

Baca juga: Stray Kids Tunda Tur Konser di Amerika, I.N, Lee Know, dan Felix Positif COVID-19

Baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui fakta virus Langya dari China yang menginfeksi hewan hingga manusia.

Virus yang juga memiliki gejala seperti Covid-19 yaitu demam tinggi, meski hasil pemeriksaan yang didapat bukan Covid-19.

Fakta Virus Langya dari China

  • Berasal dari hewan

Sama seperti Covid-19, virus Langya juga disebut berasal dari hewan Kelelawar yang sudah ditemukan pada 35 orang.

  • Gejala serupa Covid-19

35 orang yang berinteraksi langsung dengan Kelelawar tersebut, juga mengalami demam dan gejala serupa dengan Covid-19.

Baca juga: Cara Move On Joanna Alexandra Setelah 367 Suaminya, Raditya Oloan Meninggal Dunia karena Covid-19

Gejala lainnya yaitu mudah marah, lelah dan sakit kepala hingga batuk serta mual sampai muntah dan disebut jauh lebih bahaya dari Covid-19.

  • Angka kematian tinggi

WHO menyebut bahwa kemungkinan kematian karena virus ini, meningkat 40 hingga 75 persen dan lebih tinggi dari Covid-19.

  • Belum ada vaksin

35 orang yang usai berinteraksi langsung dengan Kelelawar dan memiliki gejala diatas, sedang mendapatkan perawatan karena ketiadaan vaksin.

  • Ramalan Bill Gates

Baca juga: Changbin Stray Kids Positif Covid-19 Saat Comeback Single Maniac, Ini Lirik dan Terjemahan Indonesianya!

Milyader Amerika tersebut menyampaikan pendapatnya pada acara Ted Talk tahun 2015, bahkan sampai membuat prediksi dalam wawancara YouTube.

Mengutip pendapat Gates dari CNBC, masyarakat akan hidup dengan wabah berbahaya yang sebabkan perubahan iklim semakin meningkat.

“Ada yang merekayasa virus secara alami dan hadirkan penanganan biaya lebih dari itu,” kata Gates wawancara Veritasium di YouTube.