Apa Itu Haji? Simak Pengertian, Dasar Hukum, Syarat serta Rukunnya

Simak pembahasan mengenai haji pada arikel berikut Ini

Berikut pembahasan haji mulai dari pengertian, dasar hukum, syarat serta rukunnya, (Foto: Nasional Tempo)
Berikut pembahasan haji mulai dari pengertian, dasar hukum, syarat serta rukunnya, (Foto: Nasional Tempo)

KLIKKORAN.COM – Simak dibawah ini mengenai pembahasan haji mulai dari pengertian, dasar hukum serta rukunnya.

Rukun Islam yang terakhir adalah naik haji ke Baitullah. Maksudnya adalah berkunjung ke tanah suci untuk melaksanakan serangkaian amal ibadah sesuai dengan syarat, rukun, dan waktu yang telah ditentukan.

Ibadah haji ditentukan kepada muslim yang mampu

Baca juga: Lakukan Amalan Berikut yang Setara Pahalanya dengan Lakukan Ibadah Haji dan Umroh

Pengertian Haji dan Umrah

Haji bersal dari bahasa Arab  حج‎ yang berarti  “ziarah” sedangkan menurut istilah ulama fikih “haji” adalah menyengaja maendatangai ka’bah (baitullah) untuk menunaikan amalan-amalan tertentu (antara lain tawaf, dan sa’i).

Sedangkan Umrah menurut istilah ulama fikih adalah sengaja mendatangi ka’bah untuk melaksanakan amalan tertentu, yang terdiri dari tawaf, sa’i, danbercukur.

Ibadah haji adalah salah satu rukun islam. Dalam sebuah hadis ditegaskan :

عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسُلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَإِيْقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ (رواه مسلم)

Artinya: “Dari Abdullah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Islam itu dibina atas lima perkata: pengakuan (syahadat) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad hamba-Nya serta Rasul-Nya, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah (ka’bah), dan puasa Ramadan.” (H.R. Muslim) 

Baca juga: Shalat Isyroq Amalan yang Setara dengan Ibadah Haji dan Umrah 

Dasar Hukum Haji 

Dasar hukum haji dan umrah ialah Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran,3: 97, Al-Baqarah, 2: 196-197, dan Al-Hajj, 22: 27-28. Dalam Surah Ali ‘Imran, 3: 97 Allah SWT Berfirman:

( اٰل عمران:٩٧) وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حَجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ العٰلَمِيْنَ

Artinya: ‘Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari semesta alam.” (Q.S. Ali ‘Imran, 3: 97)

Baca juga: Bisa Langsung Berangkat ke Tanah Suci Dengan Haji Furodah lengkap dengan Rincian Biaya yang Dikeluarkan

Syarat-Syarat Wajib Haji

Syarat wajib haji ada beberapa hal yaitu;

  1. Beragama Islam.
  2. Berakal sehat.
  3. Balig.
  4. Merdeka, bukan hamba sahaya.
  5. Kuasa atau mampu mengerjakan (istitaah)

Rukun Haji 

Adapun rukun dalam haji sebagai berikut ini

  • Ihram, yaitu berniat menunaikan haji dengan memakai kain putih tidak berjahit dari miqatnya. Miqat ada 2:
  • Miqat zamani, yaitu batas waktu dibolehkannya mulai ikhram, yaitu mulai bulan syawal sampai terbit fajar tgl 10 dzulhijjah
  • Miqat makani, yaitu batas tempat dimana para calon haji wajib memulai memakai baju ihram. Bagi jamaah haji yang dari Indonesia dimulai pada bukit yalamlam
  • Wukuf, adalah berhenti di padang arafah sejak tergelincirnya matahari tanggal 9 dzulhijjah sampai terbit fajar 10 dzulhijjah
  • Tawaf, yaitu mengelilingi ka’bah 7 kali. Dalam melaksanakan thawaf, tidak perlu dengan niat sendiri karena sudah terkandung dalam ihram
  • Sa’i, Sa’i ialah berlari-lari kecil antara bukit Shofa dan Marwa sebanyak tujuh kali
  • Tahalul, ialah mencukur atau menggunting rambut kepala sebagai tanda telah bebas dari larangan-larangan haji atau umrah. Sedikitnya 3 helai rambut.
  • Tertib.

Demikian pengertian dan pembahasan haji mulai dari pengertian, dasar hukum, syarat serta rukunnya. (KK)

Dapatkan Update Berita Terbaru dari Klikkoran.com di Google News