Apa Itu Retinol? Kenali Bahaya dan Manfaat serta Efek Sampingnya Bagi Ibu Hamil

Ilustrasi Ibu hamil, (Foto: TheAsianParent)
Ilustrasi Ibu hamil, (Foto: TheAsianParent)

KLIKKORAN.COM – Baru-baru ini tengah viral bahaya dari Retinol bahan skin care yang dapat menyebabkan keguguran bagi Ibu hamil.

Kenali bahaya Retinol dan apa itu pengertian Retinol.

Retinol adalah bahan aktif dari vitamin A yang banyak digunakan dalam produk skincare.

Kandungan senyawa ini memiliki banyak fungsi, mulai dari mengatasi jerawat, memperbaiki tekstur kulit, hingga digadang-gadang ampuh mencegah penuaan dini.

Seperti bahan aktif lainnya, retinol pun perlu digunakan sesuai aturan agar kulit bisa mendapatkan manfaatnya dan terhindar dari risiko iritasi. Apa saja yang harus Anda perhatikan?

Perlu diketahui, kandungannya Retinol yang begitu kuat juga menjadi bahan yang cukup kontroversial, khususnya ketika dipakai pada masa kehamilan hingga menyusui.

Baca juga:   Kamu Harus Tahu: Bahaya Makan Pepaya Berlebihan dan Manfaat Nanas yang Luar Biasa [Tips Kesehatan]

Apa Itu Retinol?

Dikutip dari laman Harvard Medical School, retinol atau retinoid adalah zat yang dibuat dari vitamin A. Zat ini awalnya digunakan sebagai obat jerawat sekitar tahun 1970an.

Namun, para peneliti menemukan fungsi lainnya, salah satunya mencegah penuaan.

Sebagai salah satu “aktor utama” dalam produk anti-aging, retinol disebut-sebut punya kemampuan merangsang produksi kolagen.

Tidak hanya itu, retinol juga mempercepat proses pembaruan sel-sel kulit mati serta membuat tekstur kulit menjadi lebih halus.

Retinol dibagi menjadi beberapa jenis sesuai tingkat kekuatannya. Produk yang bisa dibeli bebas biasanya mengandung retinyl palmitate, retinol, retinaldehyde, atau adapalene. Adapalene juga banyak ditemukan dalam produk untuk mengobati jerawat.

Baca juga:   Cara Mengatasi Stres pada Remaja, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Ibu Rumah Tangga

Ada pula jenis retinol yang jauh lebih kuat seperti tretinoin dan tazarotene. Keduanya memerlukan resep karena pengaruhnya sangat kuat terhadap kulit. Efeknya memang muncul lebih cepat, tapi risiko terjadinya iritasi juga lebih besar.

Apa pun jenis retinol yang Anda gunakan, pada dasarnya semua akan memberikan hasil pada kulit setelah pemakaian jangka panjang sesuai aturan. Kulit rata-rata mulai menunjukkan perkembangan setelah sedikitnya tiga bulan pemakaian produk.

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau banyak dokter yang tak menyarankan penggunaan bahan aktif ini selama menyusui atau pun disaat hamil.

Manfaat Retinol untuk Kulit

Mengobati jerawat

Dapatkan Update Berita Terbaru dari Klikkoran.com di Google News

Baca juga:   Istri Sule, Nathalie Holscher Keguguran. Berikut Cara Mencegahnya Diawal Masa Kehamilan!