Bahaya Blue Light bagi Kesehatan, Ini Cara dan Tips Pencegahannya

Sinar blue light (cahaya biru) memiliki dampak buruk bagi kesehatan, kenali dan waspada bahayanya.

Pancaran sinar biru dari perangkat gadget (Foto: Bangkapost.com)
Pancaran sinar biru dari perangkat gadget (Foto: Bangkapost.com)

KLIKKORAN.COM – Cahaya biru (blue light), seperti namanya, jenis cahaya ini kerap dianggap berwarna biru meskipun cahaya biru ini muncul dengan berwarna putih ataupun warna lain.

Radiasi yang dipancarkan dari sinar ini tidak baik untuk mata dan kulit jika diterima dalam jumlah yang berlebihan.

Blue light sering dipancarkan dari layar perangkat digital seperti televisi, laptop, PC, smartphone, tablet, dan perangkat gadget lainnya.

Sinar biru tersebut diciptakan sebagai sinar buatan untuk menerangi layar gadget yang kita gunakan. Namun jika terlalu lama berhadapan dengan sinar biru maka dapat berbahaya pada kesehatan.

Bahaya Blue Light bagi Kesehatan

Ilustrasi Blue Light, (Foto: journal.sociolla.com)
Ilustrasi Blue Light. (Foto: journal.sociolla.com)

Secara ilmiah, sinar biru akan mengurangi produksi hormon perangsang tidur atau melatonin. Ketika hormon ini berkurang, maka rasa mengantuk pun juga berkurang. Meski mata dan badan sudah sangat lelah, kita tak akan pernah bisa mengantuk tanpa adanya hormon melatonin.

Melansir dari Halodoc, radiasi blue light ini menjadi perhatian karena mereka memiliki lebih banyak energi per Foton (Jumlah energi berbanding lurus dengan elektromagnetik)  cahaya yang dapat menimbulkan radikal bebas dari pada warna lain dalam spektrum tampak, semisal cahaya hijau atau merah.

Mata manusia tidak bisa memblokir radiasi blue light dengan baik sehingga dapat menembus masuk ke dalam retina. Akibatnya, cahaya biru, pada dosis yang cukup tinggi dapat memicu kerusakan oksidatif pada sel-sel sensitif cahaya di retina sehingga bisa mengganggu kesehatan mata.