Kenapa Lagu Genjer-Genjer Dilarang dan Dianggap Sebagai Lagu PKI? Ketahui Sejarah dan Alasannya

Kenapa Lagu Genjer-genjer Dilarang, Ketahui Sejarah dan Alasan dianggap Sebagai Lagu PKI-Hari Hidayat- KLikkoran.com
Kenapa Lagu Genjer-genjer Dilarang? Ketahui Sejarah dan Alasan dianggap Sebagai Lagu PKI/ (foto: Ist) edit; Klikkoran.com

Kenapa Lagu Genjer Genjer Dilarang?


KLIKKORAN.COM – Berikut ulasan tentang lagu Genjer-genjer lengkap dengan sejarah dan alasan lagu yang dianggap sebagai lagu PKI.

Sebagaimana yang telah kitaketahui, lirik adalah rangkaian kata yang membentuk nyanyian yang biasanya terdiri dari beberapa bait dan bagian refrain atau chorus.

Dalam sebuah nyanyian atau lagu, lirik biasanya berisi curahan perasaan pribadi dari pengarang, termasuk Muhammad Arif sebagai pencipta lagu Genjer-genjer.

Baca Juga: Lirik Lagu Genjer-genjer Lengkap dengan Arti dan Maknanya

Sejarah Lagu Genjer-genjer

Muhammad Arif merupakan seorang seniman asal Banyuwangi yang menciptakan lagu ‘Genjer-Genjer’ dengan syair yang ditulis dalam bahasa ‘Using’ yang merupakan bahasa daerah Banyuwangi.

Menurut sejarawan, lagu Genjer-genjer yang ia tulis sebelum Indonesia merdeka yaitu pada tahun 1943.

Teman sejawat almarhum Muhammad Arif mengatakan bahwa lagu ‘Genjer-Genjer’ diangkat dari lagu dolanan anak yang berjudul ‘Tong Alak Gentak’ sebagai inspirasi.

Awalnya, lagu Genjer-genjer diciptakan oleh Muhammad Arif untuk menceritakan tentang kondisi kaum tertindas di jaman penjajahan Jepang. Pada saat itu masyarakat hanya dapat memakan Genjer-genjer (sejenis gulma) sebagai sayur, yang mana ini adalah sebagai pangan ternak, khususnya itik.

Selanjutnya, tanpa disangka lagu Genjer-Genjer menjadi begitu populer dan penyanyi yang paling terkenal dalam membawakan lagu ‘Genjer Genjer’ adalah Lilis Suryani dan Bing Slamet pada tahun 1962 lewat radio.

Banyak musisi bahkan memainkan lagu ini di istana presiden pada era kepemimpinan Soekarno.

Nah, Mengapa Lagu Genjer-Genjer Dilarang dan Dianggap sebagai Lagu PKI?

Pada masa orde baru dalam pemerintahan presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto melarang menyanyikan lagu Genjer-genjer.

Dalam Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965 (pada masa Orde Baru) yang dipimpin oleh Soeharto melarang menyebarluaskan lagu ‘Genjer Genjer’ yang dikenal anti dengan komunisme (PKI).

Yang menjadi alasan lagu ini dilarang adalah karena PKI memafaatkan kepopuleran lagu Genjer-genjer untuk alat propaganda masa Demokrasi Terpimpin pada periode 1959-1966. Pada saat itu lirik lagu digubah dan kemudian dinyanyikan dalam berbagai kampanye oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).