Kenapa RCTI Tetap Pertahankan Sinetron Dunia Terbalik dan Tukang Ojek Pengkolan Meski Rating Jelek? Ini Alasannya

Sinetron Dunia Terbalik dan Tukang Ojek Pangkalan yang tayang di RCTI ratingnya jelek (Foto: Instagram @dunia_tv)
Sinetron Dunia Terbalik dan Tukang Ojek Pangkalan yang tayang di RCTI ratingnya jelek (Foto: Instagram @dunia_tv)

KLIKKORAN.COM – Saat ini sinetron Dunia Terbalik (DT) dan Tukang Ojek Pengkolan (TOP) masih tayang di stasiun televisi RCTI meski rating jelek dan terus menurun.

Menurut Instagram @dunia_tv baik TOP maupun DT sama-sama pernah menjadi tayangan sinetron nomor 1 pada masanya hingga menjadi ikon RCTI yang khas.

Namun belakangan ini, jangankan berada pada peringkat 20 besar, sinetron tersebut berkelanjutan stagnan karena hanya meraih rating di bawah 10 persen.

TOP dengan angka 9.0 dan DT hanya 8.5 saja, akankah hasil rating tersebut dapat jadi pertimbangan untuk menamatkan atau merombak ulang cerita?

Baca juga: Trik Rahasia Dapat Saldo DANA Gratis Rp1.000.000, Cuma Login di Website Penghasil Uang SHIB Dompet

Mungkin saja, penggemar sudah bosan menonton TOP yang sudah tayang sejak 2015 silam, bahkan sudah menuju 3.500 episode penayangannya di RCTI.

Begitu pula dengan DT yang rilis sejak 6 tahun lalu dan menyajikan lebih dari 2.800 episode, berdasarkan rangkuman Instagram @dunia_tv.

Jadi, kenapa RCTI masih mempertahanakn sinetron Dunia Terbalik dan Tukang Ojek Pangkalan dikarenakan ia pernah menjadi nomor dimasa kejayaannya.

Sebagai pengingat, simak lagi bocoran sinopsis masing-masing sinetron khas ikon RCTI yang pernah jadi nomor 1 tersebut di bawah ini.

Sinopsis Dunia Terbalik (DT)

Cerita bernuansa religi yang dikemas berbentuk drama kehidupan tersebut, mengikuti kisah Akum, Aceng, Idoy dan Dadang dengan permasalahan keluarga masing-masing.

Seperti judulnya, Dunia Terbalik mengisahkan peran perempuan yang digantikan oleh laki-laki dan begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Rating Stasiun TV 3 November 2022, Cinta Alesha di RCTI Naik ke Peringkat 6

Awal penayangan dengan alur tersebut lah yang membuat ceritanya menarik dan digemari penonton, menyaksikan aksi kocak para bapak sedang merawat anak.

Sementara para istri mereka, bekerja keras mencari nafkah dan membanting tulang untuk memenuhi kehidupan suami dan anak-anak mereka.

Karena mereka tidak mampu menyelesaikan semua masalah hidup, menjadikan Pak Kemed yang disapa ustadz sebagai panutan dan tempat berkeluh kesah.

Dapatkan Update Berita Terbaru dari Klikkoran.com di Google News

Baca juga:   Kumpulan Acara Jadwal TV Hari Ini Minggu, 4 September 2022 RCTI, SCTV, Indosiar, MNCTV