Musik  

Lirik Lagu Pulang – Iksan Skuter, Ingin Pulang dan Merebahkan Badan

Lirik Lagu Pulang - Iksan Skuter, Ingin Pulang dan Merebahkan Badan(Foto: Iksan Skuter/Klikkoran)
Lirik Lagu Pulang - Iksan Skuter, Ingin Pulang dan Merebahkan Badan(Foto: Iksan Skuter/Klikkoran)

KLIKKORAN.COM – Lirik lagu Pulang adalah lagu yang ditulis dan dinyanyikan sendiri oleh musisi asal kota Malang yaitu Iksan Skuter.

Lagu Pulang  juga termasuk salah satu lagu di dalam track list album Iksan Skuter yang berjudul Gulali yang telah rilis pada tahun 2017.

Sederhananya, lirik lagu Pulang menceritakan tentang kisah pribadi Iksan Skuter, bagaimana merasakan pahit getir memperjuangkan mimpi dan harapannya di tanah rantau.

Lewat lirik lagu tersebut ia mengungkapkan kisah seseorang lelaki dengan kerinduannya kepada Ibu dan Bapaknya akan suasana rumah namun belum bisa terwujud.

Baca Juga: Chord Gitar Lagu Jangan Seperti Bapak – Iksan Skuter, Terbanglah terbang, Melambung ke angksa

Official Music Video Pulang yang berdurasi 5 menit 18 detik ini telah di unggah di kanal Youtube Iksan Skuter Official pada 2 Januari 2018.  Hingga pada akhir Juni 2022 ini telah di tonton sebanyak 9.338.603 kali.

Baca juga:   Chord Gitar Lagu Pura-Pura Lupa - Mahen, Jangan Datang Lagi Cinta, Bagaimana Aku Bisa Lupa, Kunci Dasar C Am Dm G

Iksan Skuter kemudian merilis kembali lagu Pulang pada 9 September 2021. Dengan versi terbaru “Acoustic Version”  yang berkolaborasi dengan Anugerah Alam Indonesia.

Nah buat kamu yang masih belum tahu dan penasaran. Simak selengkapnya di bawah ini lirik lagu Pulang – Iksan Skuter.

Lirik Lagu Pulang – Iksan Skuter

Pulang – Iksan Skuter

Apakah kau pernah jauh dari rumah
Rindu yang menumpuk, sakit dan berkecamuk

Apakah kau pernah jauh dari rumah
Terbangun di tengah malam, dingin lapar tak tertahan

Ku sering merasakannya, kawan
Ingin pulang dan merebahkan badan
Di kasur empuk dan diselimuti bapakku
Rindu sayur bayam masakan ibu

Ku sering merasakannya, kawan
Ingin pulang dan merebahkan badan
Sore di teras bersama bapakku
Ditemani teh panas ibu

Apakah kau pernah jauh dari rumah.
Menemukan kegagalan, dan air mata yang tak bisa lagi kau teteskan

Ku sering merasakannya, kawan.
Ingin pulang dan merebahkan badan
Di kasur empuk dan di selimuti bapakku
Rindu sayur bayam masakan ibu

Ku sering merasakannya, kawan.
Ingin pulang dan merebahkan badan
Sore di teras bersama bapakku
Ditemani teh panas ibu

Jika kau merasakannya, ku rasa kita tak jauh berbeda.