oleh

Mengenal Budaya Prancis, yang Mainkan Musik Gamelan Khas Indonesia

Musik – Sebanyak 300 siswa sekolah dasar dan menengah serta para guru di Kota Dole, Prancis diberi pelatihan alat musik gamelan, kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Para peserta juga belajar mengenal budaya-budaya di Indonesia, geografi, dan Bahasa Indonesia yang juga diikuti oleh masyarakat sekitar, di Kota Paris bekerja sama dengan Pemerintah Kota Dole.

Melalui kegiatan ini, kata Warsito, para peserta mengetahui lebih banyak tentang Indonesia.

“Mereka menjadi semakin tertarik untuk datang ke Indonesia,” tutur Warsito, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Paris.

Kebudayaan pada umumnya merupakan hasil cipta, rasa, serta karsa manusia dalam penuhi keperluan hidupnya yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni dan susila.

Baca juga : Duo Musik Elektronik Asal Prancis, Daft Punk Bubar: Ini Penghargaannya Selama 27 Tahun Berkarir

Serta hukum kebiasaan juga tiap-tiap kecakapan, serta rutinitas termasuk negara Prancis yang dikenal sebagai salah satu bangsa di Eropa memiliki khazanah budaya yang tinggi.

Hal ini dapat dilihat dari perkembangan peradaban dan kebudayaan yang semakin maju pada abad ke-16 dengan berevolusinya bahasa Perancis yang dikembangkan oleh l’Académie française pada tahun 1635 menjadi bahasa resmi negara Perancis.

Kemudian pada masa kejayaan Louis XIV, perkembangan kebudayaan Perancis terlihat dengan semakin banyaknya seniman-seniman dan penyair-penyair yang lahir.

Serta dengan dibangunnya Istana Versailles dan kreasi Comedie-Francaise pada tahun 1680-an yang kemudian menambah kekayaan budaya bangsa Perancis.

Pada tahun 1793, museum Louvre pun dibangun sebagai tempat untuk memamerkan barang-barang dengan nilai seni yang tinggi dan terus berkembang hingga tahun 1832 ditandai dengan banyaknya bangunan-bangunan yang dirancang dengan gaya arsitektur yang indah dan perspektif seni yang nyata.

Dilansir dalam situs wikipedia, bangsa Perancis mengalokasikan dana hampir 25 milliar dolar untuk pengembangan kebudayaan di negaranya.

Dana tersebut digunakan untuk pemenuhan material seni, audiovisual, buku-buku, koran, serta untuk perawatan serta pengembangan tempat-tempat pertunjukkan kebudayaan.

Sebagaimana dimuat dalam situs ekonomi Pemerintah Perancis, pengaruh kebudayaan terhadap bangsa Perancis ditinjau dari segi ekonomi pun sangat tinggi karena hampir setiap kegiatan ekonomi bangsa Perancis berkenaan dengan kebudayaan dan seni.

Salah satunya dapat kita temukan dalam headline surat kabar, industri grafis (dengan pendapatan hampir 16,6 milliar dolar), dilanjutkan dengan aktivitas audiovisual.

Seperti televisi, industri rekaman, film (bisa menghasilkan hingga 11,6 milliar dolar), pasar seni pun memiliki dampak ekonomis yang tinggi bagi warga Perancis.

Dengan fakta-fakta yang disebutkan di atas, dapat terlihat betapa besarnya dampak kebudayaan terhadap negara Perancis, dan betapa seriusnya perhatian Pemerintah Perancis, ministre de la Culture, dalam mengembangkan aspek budaya di negara ini.

Baca juga : Perketat Jam Malam, Prancis Belum Membuka Fasilitas Umum Seperti Bioskop, Teater dan Gedung Konser

Penduduk Perancis cenderung memiliki anggapan bahwa orang Amerika terlalu ramah. Di Perancis, seseorang akan lebih dihargai jika ia mampu bersikap lebih tenang bahkan sampai ditaraf yang cenderung dingin baik dalam tindakan maupun dalan ucapan.

Warga negara Perancis cenderung menganggap sikap ramah yang terbuka sebagai hal yang tidak baik dan kurang menyenangkan.

Di restoran Perancis, porsi yang disajikan lebih sedikit dibandingkan di negara-negara lain dan jika dilihat dari postur tubuhnya orang Perancis berbadan sedikit kecil, hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh porsi makan mereka yang hanya sedikit.

Ketika makan, warga negara Perancis selalu makan menggunakan garpu dan pisau, tanpa sendok. Sendok hanya digunakan untuk meminum sop. Kebanyakan warga negara Perancis lebih menyukai daging seperti daging kuda daripada daging ikan.

Kebiasaan warga negara Perancis yang perlu diketahui bahwa sehabis makan selalu minum kopi. Warga negara Perancis meminum kopi rata-rata dua kali sehari yaitu pagi dan sore.

Itulah sebabnya deretan yang paling banyak di sepanjang jalanan di Paris terdapat café atau tempat minum. Perancis memiliki pandangan individualisme yang tinggi.

Mereka menghargai pada kebebasan serta tanggung jawab individu dan berpandangan bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan sendiri, dan harus melakukan segala pekerjaannya dengan sungguh sungguh sebagai perwujudan dari perjuangan individualismenya.

Patut digaris bawahi bahwa, Individualisme tidaklah sama dengan mementingkan diri sendiri atau egois, namun Individualisme fokus pada tanggung jawab serta hak dan kewajiban individu.

Baca juga : Pembunuhan Guru Di Prancis, Presiden Prancis Sebut Warganya Diserang Dengan Eksentrik

Negara Perancis memiliki alat musik musik tradisional yaitu Bagpipe, adalah alat musik tiup kayu yang menggunakan buluh tertutup yang diumpankan dari reservoir udara konstan dalam bentuk kantong.

Bagpipe Dataran Tinggi Besar Skotlandia adalah contoh paling terkenal di dunia Anglophone, tetapi orang-orang telah memainkan bagpipe selama berabad-abad di sebagian besar Eropa, Anatolia, Kaukasus, Afrika Utara, Asia Barat, dan di sekitar Teluk Persia.

Istilah bagpipe sama-sama benar dalam bentuk tunggal atau jamak, meskipun piper biasanya mengacu pada bagpipe sebagai “pipa”, “satu set pipa” atau “dudukan pipa”.

(sumber : alyasaphirablog)

Komentar

News Feed