oleh

Profil Alex Noerdin yang Jadi Tersangka Korupsi 2 Kali

Nasional – Alex Noerdin (lahir 9 September 1950) adalah Gubernur Sumatra Selatan yang menjabat sejak 7 November 2008 hingga 21 September 2018.

Baca juga : Korupsi Jual Beli Jabatan Kepala Desa Menyeret Nama Hasan Aminuddin

Sebelumnya, ia menjabat bupati Musi Banyuasin selama 2 periode berturut-turut (2001—2006 dan 2007—2012).

Pada tanggal 14 Juni 2008, dalam periode kedua masa jabatannya, ia mengundurkan diri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Sumatra Selatan dalam Pilkada Sumatra Selatan periode 2008—2013.

Alex Noerdin kembali dalam Pemilihan umum Gubernur Sumatra Selatan 2013 pada tanggal 6 Juni 2013. Alex maju didampingi oleh Ishak Mekki, bupati Ogan Komering Ilir.

Alex dan Ishak diusung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Bulan Bintang. Ia kembali memenangkan pemilihan umum tersebut dan menjadi gubernur Sumatra Selatan untuk yang kedua kalinya.

Kurang lebih dalam sepekan, Anggota DPR RI, Alex Noerdin jadi tersangka kasus korupsi. Diketahui, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel menetapkan Alex Noerdin sebagai tersangka kasus korupsi pembagunan Masjid Raya Sriwijaya.

Alex Noerdin sebelumnya juga menjadi tersangka dan ditahan Kejagung atas dugaan kasus korupsi pembelian gas di perusahaan daerah PDPDE, dinilai Kejati turut berperan dalam kasus yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp130 miliar tersebut.

“Benar hari ini akan diumumkan AN sebagai tersangka kasus Masjid Raya Sriwijaya,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sumsel, Victor Antonius Saragih, Rabu 22 September 2021.

Baca juga : Profil Chen EXO yang Berulang Tahun ke-29

Kata Victor, Alex Noerdin tetap menjadi tahan di Kejagung Jakarta, dan akan dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Nanti informasinya akan disampaikan lebih lanjut oleh Kasuspenkum Kejagung,” katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PD PDE) Sumatera Selatan periode 2010-2019.

“Tim penyidik menigkatkan status tersangka untuk AN dan MM dengan dikeluarkannya surat perintah penyidikan direktur penyidikan jaksa umum dan tindak pidana khusus,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam konferensi pers di lobby Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis 16 September 2021.

Alex akan menjalani masa tahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Cipinang, Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi terhitung sejak 16 September 2021.

Alex, atas kasus ini dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Serta Pasal 3 Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga : Biodata Teuku Ryan, Calon Suami Ria Ricis

Berdasarkan riwayat pendidikannya, ia meraih gelar sarjana dari Universitas Trisakti pada tahun 1980 dan Universitas Atmajaya pada tahun 1981.

Ia pernah mengikuti beberapa pelatihan, di antaranya:

  • International Training Course in Regional Development Planning
  • United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) di Nagoya (1985)
  • Post Graduate Diploma: Integrated Development Management Institute for Housing Studies di Rotterdam (1987—1988)
  • Program of the United Housing Urbanization di Universitas Harvard (1992)
  • International Training Course in Integrated Urban Policy United Nations Population Fund (UNFP) di Kobe (1996)

(sumber : okezone)

Komentar

News Feed