Berita  

Profil Biodata Letda Caj GER Korban Perkosa Paspampres Bagas Firmasiaga, Instagramnya Dicari

Bagas Firmasiaga dan Letda Caj GER. (Foto: Istimewa)
Bagas Firmasiaga dan Letda Caj GER. (Foto: Istimewa)

KLIKKORAN.COM – Berikut profil dan biodata Letda Caj GER yang jadi korban perkosa oleh Paspampres Bagas Firmasiaga saat bertugas KTT G20 di Bali.

Pelaku pemerkosaan merupakan berpangkat Mayor dan korban kegilaannya tersebut adalah prajurit cantik Divisi Infanteri 3/Kostrad Letda Caj GER.

Banyak warganet yang mencari tahu sosok Letda Caj GER saat ini. Bahkan akun media sosialnya pun kini tengah ditelusuri oleh sejumlah warganet.

Ia diketahui masih berusia 24 tahun dan bertugas di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Infantri Divisi III, berbasis di Makassar.

Wakil Komandan Detasemen 2 Grup C Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor Bagas Firmasiaga, perekosa GER di hotel di Bali, Rabu malam, 15 November 2022.

Baca juga:   Profil dan Biodata Lengkap Youtuber Bryan Furran Meninggal Dunia karena Kecelekaan

Nama Letda Caj (K) GER tercatat sebagai abituren alias alumni Akademi Militer (Akmil) 2021 di antara 227 perwira.

Angkatan GER dilantik Presiden Indonesia, Joko Widodo pada upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2021 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 13 Juli 2021.

Letnan Dua Caj (K) GER usai diperkosa Mayor Bagas Firmasiaga, diancam bunuh jika berani bersuara.

Kronologi Paspampres Bagas Firmasiaga

Mayor Bagas Firmasiaga, anggota Paspampres, melakukan perkosaan, dengan modus berpura-pura koordinasi dan sama sekali tidak menaruh curiga, saat minta izin masuk ke dalam kamar hotel tempat menginap.

Pemahaman korban, karena sebagai junior dan sesama anggota TNI, sehingga membuka pintu kamar hotel dan pelaku diizinkan masuk.

Baca juga:   Biodata dan Profil Zendaya Idola Jaehyun NCT, Tanggal Lahir hingga Instagram

Dalam mengobrol di dalam kamar, korban merasakan badannya lemah dan minta izin baring.

Saat itulah pelaku Mayor Bagas Firmasiaga sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan aksinya, karena korban sudah dalam kondisi setengah sadar.

Saat bangun pagi, korban baru sadar sudah dalam keadaan tanpa busana, tapi pelaku ancam bunuh jika berani buka suara.

Kendati diancam, korban tetap melapor atasan dan kemudian pelaku ditangkap, ditahan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. (KK)

Dapatkan Update Berita Terbaru dari Klikkoran.com di Google News