Proyek Kilang Minyak di Kabupaten Tuban, Beri Ratusan Petani Setempat Mobil Baru

foto : Beritajatim

Nasional – Beredar sebuah video di sosial media yang memperlihatkan sejumlah petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur ramai membeli mobil.

Baca juga : Sebanyak 19.396 Petani Di Agam Telah Memiliki Kartu Tani

Mereka diketahui mendadak kaya raya karena melakukan pembelian mobil hampir bersamaan, dibenarkan oleh Kepala Desa Sumurgeneng: Gianto.

Ia membeberkan asal muasal kegembiraan warganya, setelah menerima pembayaran lahan proyek kilang minyak Grass Roof Refinery (GRR) Tuban.

Kilang Tuban, tutur Gianto, merupakan proyek dari usaha patungan antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft.

Pada tahun 2017 pembebasan lahan mulai dilakukan. Gianto berujar daerahnya pada saat itu tidak masuk ke dalam penetapan lokasi proyek.

Baca juga:   Prakiraan Cuaca 21 Desember 2020, Peringatan Waspada Wilayah KALTIM, MALKUT, dan SUMUT

“Lokasi awal terjadi penolakan. Sulit ditembus. Bahkan sempat muncul rencana pembangunan kilang digeser ke Kalimantan,”

“Hingga akhirnya penetapan lokasi diubah. Dan Desa Sumurgeneng masuk di dalamnya,”

tutur Gianto kepada CNNIndonesia melalui keterangan tertulis, Rabu (17/02/21).

Baca juga : Penyuluh Pertanian Desa Betumonga Kecamatan Sipora Utara Aktif Dorong Petani Tingkatkan Hasil Panen

Proyek itu, kata Gianto, pada awalnya mendapat penolakan dari warga Sumurgeneng.

“Mereka enggan menjual tanah warisan leluhur untuk bercocok tanam itu. Mereka mengira pembelian hanya 4 x NJOP

yang besarannya sama dengan 4 x Rp14.000, tapi setelah diumumkan harga tinggi, banyak yang berubah pikiran,”

sambungnya.

Warga pun melepas tanahnya seharga Rp. 600-800 ribu per meter, dengan transaksi tertinggi mencapai Rp25 miliar.

Baca juga:   Tahun Baru Feeds Instagram Baru, Begini Cara Atur Timeline Biar Estetik dan Kekinian

Adapun tanah yang dilepas itu, kata Gianto sebagian besar adalah perladangan atau sawah.

“Rumah yang kena hanya sedikit,”

kata dia.

Menurut Gianto, warga mengekspresikan pencairan uang melalui konsinyasi di Pengadilan Negeri Tuban dengan membeli mobil.

Ia mengatakan setidaknya ada 17 mobil yang datang secara bersamaan pada Minggu (14/02/21).

Namun jumlah tersebut hanya sebagian kecil dibanding total mobil baru, yang dibeli warga pascapencairan yang mencapai total 176 unit.

“Mobil yang datang bersamaan kemarin itu perkiraan 17. Kalau selama ini ada total 176 mobil baru dibeli warga. Per rumah bisa memiliki dua sampai tiga mobil,”

ucap Gianto.

(sumber : CNN Indonesia)