Sah Hari Ini, Pasal RKUHP Dianggap Bermasalah, Salah Satunya Soal Kontrasepsi

Ilustrasi RKUHP
daftar pasal RKUHP yang dianggap bermasalah dan disebut akan disahkan dalam rapat RKUP Paripurna pada 6 Desember 2022 (foto: Humas Bakumsu)

KLIKKORAN.COM – Ada beberapa daftar pasal RKUHP yang dianggap bermasalah, kabarnya hal tersebut akan dibahas pada 6 Desember 2022 dalam rapat Paripurna.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa rapat Paripurna tersebut akan digelar pada hari ini, Selasa 6 Desember 2022 tergantung agenda terkait.

“Bisa iya (besok), bisa enggak. Tergantung pengagendaan dari Kesetjenan,” ujar Dasco pada Senin, 5 Desember 2022 melansir CNN Indonesia.

Anggota Komisi III DPR, Sahroni juga mengatakan hal serupa karena draft final RKUHP akan dibawanya saat sidang tersebut yang bersamaan dengan pengangkatan Panglima TNI, Yudo Margono.

Sebelumnya, menurut Safroni, DPR sudag mempertimbangkan beberapa aspirasi rakyat yang menolak daftar pasal RKHUP karena dianggap bermasalah itu.

Baca juga:   Waspada Setir Bergetar Berlebihan, Apakah Ban Mobil Bermasalah? Perhatikan Tanda-tanda Ini

“Makanya kan sudah diputusin akan dibawa ke Paripurna. Sekaligus pengangkatan Yudo Margono,” kata Sahroni sejak 3 Desember 2022 lalu.

“Tentu hal ini tidak bisa memuaskan semua pihak dan karena sudah disetujui dalam tingkat 1, saya pikir sudah selesai,” jelasnya mengutip CNN Indonesia.

Berikut beberapa daftar pasal RKUHP yang dianggap bermasalah, berdasarkan rangkuman Klikkoran.com. dari berbagai sumber.

5 Pasal RKUHP yang Dianggap Bermasalah

1. Pasal Kontrasepsi

Isi pasal 408-410 tersebut berisi ancaman denda 1 juta bagi orang yang menawarkan dan menunjukkan alat kontrasepsi atau pencegahan kehamilan, pada anak.

Bahkan, denda 10juta dengan ancaman pidana 6 bulan akan menghantui pihak yang tanpa hak dan terang-terangan menawarkan alat untuk menggugurkan kandungan.

Baca juga:   Waspada Setir Bergetar Berlebihan, Apakah Ban Mobil Bermasalah? Perhatikan Tanda-tanda Ini

Pasal ini menurut pendiri lembaga CISDI, Amru Sebayang berbahaya karena anak remaja lebih sering berdiskusi terkait masalah tersebut dengan teman mereka, dari pada keluarga.

“Berpotensi menurunkan capaian kesehatan seksual dan reproduksi di Indonesia yang saat ini sudah cukup rendah,” ujar Amru Sebayang melansir BBC.

2. Pasal Kumpul Kebo

Aturan tersebut tercantum dalam pasal 411-413 dengan hukuman penjara paling lama 6 bulan dan denda Rp10 juta rupiah, berikut isi lengkapnya.

Dapatkan Update Berita Terbaru dari Klikkoran.com di Google News