Sejumlah Desa Setempat Terdampak Erupsi Gunung Sinabung: Pemukiman dan Pertanian

  • Bagikan
foto : HENDRI SETIAWAN/Kompas
Daerah – Gunung Sinabung kembali erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran akibat kubah lava membeku, berdampak ke masyarakat terhadap Pemukiman dan Pertanian. Baca juga : Ini Daftar Gunung Berapi Status Diatas Normal Seluruh Indonesia, Ketahui Langkah Darurat Penyelamatannya Dengan jarak luncuran hingga 4.500 meter ke arah tenggara dan terpantau tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter. Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, peristiwa APG terjadi selama 3 kali masing-masing pada pukul 07.07 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter. Kemudian pukul 07.11 WIB dengan jarak luncur 3.000 meter dan pada pukul 07.15 WIB dengan jarak luncuran 4.500 meter. Sementara itu, sebanyak 17 desa di Kecamatan Tiganderket, 8 desa di Kecamatan Kutabuluh dan 15 desa di Kecamatan Tigabinaga terdampak abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung.
Baca juga:   Penayangan Streaming Resmi Attack On Titan Episode 73 Ditunda
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo masih terus melakukan patroli hingga kini, seperti dikutip SuaraCom. Satgas Tanggap Darurat Bencana Gunung Sinabung telah melaksanakan apel kesiapan dilanjutkan patroli dan pembersihan wilayah, yang terkena dampak abu Tim gabungan baik dari BPBD Kabupaten Karo. Unsur TNI dan Polri, instansi dan lembaga terkait serta Satgas TD Bencana Gunung Sinabung telah mengimbau dan membagikan masker kepada masyarakat. Baca juga : Erupsi Lagi, Gunung Merapi Jawa Tengah Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 19 Kali Untuk mengurangi dampak risiko yang bisa ditimbulkan dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung, masyarakat diimbau keluar dari zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB). Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas di daerah zona merah dengan alasan keselamatan.
  • Bagikan