Seks Rambang: Arti, Bahaya dan Pencegahan

Seks Rambang atau lebih dikenal dengan istilah Free sex.

Seks Rambang: Arti, Bahaya dan Pencegahan (pixabay)

KLIKKORAN.COM – Seks Rambang  atau lebih dikenal dengan istilah Free sex merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditunjukkan dalam bentuk perilaku.

Faktor yang dapat menyebabkan free sex karena adanya dorongan rasa saling tertarik dengan lawan jenis dan merasa penasaran sehingga dapat mengarah pada hubungan seksual.

Resiko yang dapat ditimbulkan dari free sex pada remaja seperti KTD, putus sekolah, aborsi, PMS, depresi, melahirkan bayi yang tidak sehat, dan menjadi beban keluarga.

Baca Juga: 5+ Contoh dan Ide Poster Stop Kekerasan Seksual

Masalah infeksi menular seksual juga sangat merisaukan dunia karena di setiap tahunnya diperkirakan terdapat
sekitar 250 juta kasus muncul, dan dalam kasus ini remaja yang paling dominan, khususnya pada remaja
perempuan pada kelompok usia 10-19 tahun.

Sementara itu di Indonesia, masalah infeksi menular seksual sudah memasuki tingkat kelima khususnya
bagi infeksi HIV dan AIDS (Manuaba & Ida, 2009).

Baca Juga: Video Pelecehan Seksual Anak Dibawah Umur di Mall Bintaro Xchange

Cara menghindari Sex Rambang/ Seks Bebas

  • Tubuh anda sangat berharga. Fikir secara bijak sebelum terlibat dengan seks rambang.
  • Masih belum terlambat. Hentikan tabiat tersebut dan dapatkan bantuan.
  • Tangani masalah dengan segera. Beritahu doktor, ibu bapa atau guru.
  • Jangan gunakan seks sebagai alat untuk menjadi popular.
  • Pelajari kemahiran untuk mengatakan “TIDAK” apabila dipaksa melakukan hubungan seks.

Pandangan Seks Rambang dalam Berbagai Agama

Seks bebas hukumnya haram, karena dalam pandangan Islam hanya membolehkan hubungan seks dengan pernikahan yang sah. Pelaku seks bebas dalam ajaran agama Islam sangat dilarang.

Buddha juga mengatakan:

Jadi seseorang sebaiknya menghindari nafsu seksual. Biarkan nafsu itu pergi, [maka] ia akan melintasi banjir seperti seseorang yang telah mencapai pesisir jauh setelah keluar dari kapal.

“Banjir” mengacu kepada luapan penderitaan seksual, “pesisir jauh” adalah nibbana, yaitu suatu keadaan tanpa nafsu seksual.