Tanggapan Gus Nadir NU tentang LGBT, Menuai Kontroversi Masyarakat Indonesia: Siapa Gurunya

Kedubes Inggris
Kedubes Inggris untuk Indonesia Kibarkan bendera LGBT dan menuai Kontroversi (foto: Instagram)

KLIKKORAN.COM – Insiden pengibaran bendera LGBT hari Anti-Homofobia pada Rabu, 18 Mei 2022 masih jadi sorotan.

Seperti yang diketahui, tindakan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia tersebut menuai banyak kontroversi.

Terlebih dari pihak Muhammadiyah yang menentang keras, karena Indonesia dikenal dengan menganut kepercayaan mayoritas Islam.

Sementara dalam agama Islam itu tindakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) sangat dilarang keras.

Hal tersebut sudah tertuang dalam Alquran, bahwa Allah melaknat kaum Nabi Luth yang bahkan pernah mendirikan desa LBGT.

Terbaru, Gus Nadir yang merupakan seorang tokoh NU (Nadhatul Ulama) malah berpendapat berbeda dengan Muhammadiyah.

“Setiap manusia membawa roh suci dari Allah. Urusan dosa atau tidak (tindakan LGBT) itu urusan mereka dengan Allah,” ujarnya pada twitter pribadi @na_dirs, Selasa (24/5).

Baca juga:   Selamat Milad Ke-108 Muhammadiyah, Ketua NU: Dapat Berikan Kemaslahatan Lebih Luas

Hal senada juga diungkapkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, sebagai ketua umum (Ketum).

“Silakan, urusan mereka. Bukan urusan kita,” katanya dikutip dari Poskota usai mengisi sambutan Konbes NU 2022, di Jakarta, Jumat 20 Mei 2022.

Pendapat tersebut tentunya sangat disesalkan oleh pihak Muhammadiyah yang jelas-jelas menentang tindakan terkait.

“Pengibaran bendara LGBT oleh Kedubes Inggris di Indonesia, seperti tidak menghormati (negara mayoritas Islam) yang disesalkan Muhammadiyah.” kata Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah, Jumat 20 Mei 2022.

Tanggapan Netizen

– Siapa gurunya ni orang 🤔 (@Adiboska)

– sepertinya NU mulai rusak oleh paham2 tokoh seperti ini (@afrizal390)